Emanuel Vaquero Navarrete berhasil mengakhiri pertarungan melawan Eduardo Sugar Nunez dengan TKO di ronde ke-11 pada Sabtu malam di Glendale, Arizona. Pertarungan ini awalnya diprediksi ketat, namun Navarrete tampil dominan sejak ronde pertama.

Navarrete, yang kini memiliki catatan 40-2-1 dengan 33 KO, mengontrol pertandingan di berbagai jarak, baik dekat, menengah, maupun jauh. Nunez yang berada di peringkat No. 6 ESPN, kesulitan menghadapi kecepatan dan tekanan Navarrete.
Pada ronde kesembilan, mata kanan Nunez sudah tertutup sepenuhnya akibat pukulan Navarrete, membuat dokter memutuskan menghentikan pertarungan demi keselamatan petinju.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Serangan Mematikan di Ronde Akhir
Navarrete mulai menekan Nunez secara agresif sejak ronde ketujuh. Ia mendaratkan pukulan tepat ke tubuh dan kepala lawan, memanfaatkan kecepatan dan kekuatan superiornya. Nunez berusaha mencari pukulan balik, tetapi tidak mampu menghentikan laju Navarrete.
Dalam pertarungan ini, Navarrete mendaratkan 182 dari 381 pukulan keras, mencapai akurasi 48%. Kekuatan dan presisi ini menegaskan dominasinya di kelas ringan junior.
Petinju asal Meksiko itu mengatakan bahwa meski sulit melihat lawan terluka, ia tetap fokus menjalankan strategi agar kemenangan tetap berada di tangannya hingga ronde terakhir.
Baca Juga: Anthony Joshua Siap Kembali Ring dan Hadapi Tyson Fury
Respek dan Pengakuan dari Nunez

Meski pertarungan dihentikan, Nunez menyatakan hormatnya pada Navarrete. “Saya menganggap dia sebagai petarung terkuat di kelas 130 pound dan saya penggemarnya,” ujarnya. Keputusan dokter untuk menghentikan pertandingan diterima dengan profesional demi menjaga keselamatan Nunez.
Hubungan baik mereka terlihat jelas, karena Navarrete dan Nunez dikenal berteman. Navarrete juga menekankan bahwa ia tidak pernah berniat melambat dan ingin menyelesaikan pertarungan dengan penuh konsentrasi.
Momen ini menunjukkan bahwa persaingan di ring bisa tetap sehat, dengan sportivitas tinggi meski menghadapi kemenangan dramatis.
Langkah Selanjutnya untuk Juara Dunia
Kemenangan ini membuat Navarrete menyatukan gelar WBO dan IBF kelas ringan junior. Setelah satu pertarungan saja pada 2025, Navarrete terlihat lebih tajam, cepat, dan kuat dibanding sebelumnya.
Meski ada tantangan dari juara lain seperti O’Shaquie Foster (WBC) dan Lamont Roach (WBA), Navarrete memilih untuk merayakan kemenangan dan beristirahat sebelum memutuskan pertarungan berikutnya.
Ia menegaskan, saat ini fokusnya hanya menikmati kemenangan dan memulihkan diri. Setelah tenang, baru ia akan menentukan langkah strategis untuk mempertahankan gelar dan menghadapi lawan-lawan berikutnya. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportsnewsportal.net.
