Bek Chelsea dan Inggris Lucy Bronze mengatakan autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) yang dideritanya telah membantunya menjadi pemain yang lebih baik, setelah didiagnosis pada tahun 2021.
Bronze telah lama menjadi salah satu pemain terkemuka dalam sepak bola wanita, memenangkan penghargaan FIFA The Best pada tahun 2020. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi mengenai sepak bola menarik lainnya hanya klik SPORTS NEW SPORTAL.
Perjalanan Lucy Bronze Mengatasi ADHD dan Autisme
Lucy Bronze, bek andalan Chelsea dan timnas Inggris, punya cerita menarik di balik kesuksesannya. Gak banyak yang tahu, pemain hebat ini ternyata punya ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) dan autisme yang baru didiagnosis pada 2021 lalu.
Meski banyak orang memandang kondisi ini sebagai hambatan, Lucy justru melihatnya sebagai kekuatan tersembunyi. Menurut pengakuannya, dua kondisi tersebut malah membantunya jadi pemain bola yang lebih baik.
Cerita Lucy ini menunjukkan bahwa tantangan bisa jadi batu loncatan menuju kesuksesan. Dengan semangat pantang menyerahnya, dia berhasil membuktikan bahwa ADHD dan autisme gak menghalangi siapa pun untuk berprestasi.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Prestasi Gemilang di Kancah Sepakbola Dunia
Bicara soal prestasi, Lucy Bronze punya segudang pencapaian kelas dunia. Tahun 2020, dia meraih penghargaan FIFA The Best sebagai pemain terbaik dunia, bukti kualitasnya yang gak main-main.
Bersama timnas Inggris, Lucy berperan penting dalam kemenangan Euro 2022 dan membawa negaranya ke final Piala Dunia 2023. Prestasinya makin berkilau dengan lima gelar Liga Champions Wanita – tiga bersama Lyon dan dua bersama Barcelona.
Semua pencapaian itu menunjukkan bahwa Lucy adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola wanita modern. Dengan pengalaman bermain di klub-klub top Eropa, skillnya di lapangan gak perlu diragukan lagi.
Bagaimana ADHD dan Autisme Menjadi Kekuatannya
“Orang-orang selalu bilang, ‘Wah, kamu semangat banget soal sepakbola’. Tapi sebenarnya itu bukan cuma semangat, melainkan obsesi,” ungkap Lucy dalam wawancaranya dengan BBC. Menurut Lucy, fokus berlebihan pada sepakbola adalah bagian dari autismenya.
Lucy juga menjelaskan kenapa olahraga sangat cocok untuk penyandang ADHD dan autisme. “Punya fokus itu, selalu bergerak dan latihan setiap hari sangat luar biasa buat saya,” jelasnya. Bahkan rekan-rekan setimnya sering heran dengan energinya yang gak pernah habis meski usianya sudah 33 tahun.
Kondisi yang dimilikinya justru memberi Lucy keuntungan dalam karir. Fokus tajam, dedikasi tinggi, dan energi yang berlimpah membuatnya jadi pemain yang sulit ditandingi di lapangan hijau.
Perjuangan dan Diagnosis yang Membuka Mata
Masa kecil Lucy gak selalu mulus. Di sekolah, dia kesulitan membaca dan mengeja hingga akhirnya didiagnosis menderita disleksia. Meski ibunya sudah lama curiga bahwa Lucy mungkin autis, diagnosis resmi baru datang empat tahun lalu saat dia sedang mengikuti kamp pelatihan bersama timnas Inggris.
“Diagnosis itu gak mengubah apa pun, tapi bikin saya lebih paham diri sendiri,” kata Lucy. Setelah mendapat diagnosis, dia mulai memahami mengapa dalam situasi tertentu dia melihat dan bertindak berbeda dari orang lain.
Pengalaman ini mengajarkan Lucy untuk lebih menerima dirinya apa adanya. Diagnosa yang terlambat justru memberikannya perspektif baru tentang kemampuan dan potensi dirinya yang selama ini belum sepenuhnya dia pahami.
Misi Menginspirasi dan Menghapus Stigma
Sekarang, Lucy gak cuma fokus ke sepakbola. Dia juga aktif sebagai duta National Autistic Society di Inggris, organisasi yang berjuang untuk meningkatkan kesadaran dan menghapus stigma tentang autisme.
“Disalahpahami waktu masih muda itu sulit banget, makanya saya mau bergabung dengan badan amal ini,” jelas Lucy. Pengalamannya sendiri memotivasinya untuk membantu anak-anak muda yang mungkin menghadapi tantangan serupa.
Dengan keterbukaan berbagi ceritanya, Lucy Bronze ingin menginspirasi banyak orang bahwa kondisi seperti ADHD dan autisme bukan penghalang untuk meraih mimpi. Dia adalah bukti nyata bahwa dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, setiap orang bisa mengubah tantangan menjadi kekuatan untuk mencapai hal-hal luar biasa. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola terupdate lainnya hanya dengan klik sportscard-checklists.net.