Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, menyatakan bahwa timnya merasa “benar-benar ditinggalkan” setelah kekalahan 2-1 dari Sunderland dan kabar kepindahan kapten Marc Guehi ke Manchester City. Kekalahan ini menambah catatan buruk Palace, yang kini tanpa kemenangan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi.

Glasner mengaku terkejut mengetahui Guehi dijual sehari sebelum pertandingan penting, sementara para pemain yang tersedia terbatas. “Kami bermain dengan skuad yang tidak lengkap, dan sehari sebelum pertandingan, kapten kami dijual. Tidak ada tim lain yang akan menghadapi ini,” ungkapnya kepada Sky Sports.
Situasi ini mengulang kisah musim lalu saat Eberechi Eze pindah ke Arsenal sehari sebelum pertandingan. Glasner membandingkan pengalaman itu dengan kepindahan Guehi dan menegaskan bahwa kondisi ini membuat tim kehilangan fokus dan moral.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kekalahan dari Sunderland dan Dampaknya
Crystal Palace kalah 2-1 dari Sunderland di Stadium of Light, memperpanjang rentetan tanpa kemenangan mereka menjadi 10 pertandingan. Kekalahan ini menempatkan klub di posisi ke-13 klasemen Liga Premier, sementara para pemain harus menghadapi ketidakpastian di balik layar.
Glasner menekankan bahwa skuad saat ini tidak memiliki kedalaman yang cukup, terutama di lini serang. “Lihat bangku cadangan kami, hanya ada anak-anak di lini depan. Para pemain sudah memberikan yang terbaik, tetapi situasinya sangat sulit,” jelasnya.
Kekalahan ini menyoroti dampak buruk manajemen klub terhadap tim. Penjualan pemain kunci secara mendadak membuat persiapan pertandingan terganggu dan menambah tekanan bagi pelatih dan pemain.
Baca Juga: Mikel Arteta: Saatnya Pecahkan Kutukan Arsenal di Tahun Baru
Kritik Terhadap Keputusan Klub

Glasner menyesalkan cara klub mengelola negosiasi transfer. Menurutnya, proses ini berlangsung tanpa komunikasi yang jelas dan menciptakan ketidakpastian bagi tim. “Saya dengar kemarin pukul 10:30 bahwa Marc akan dijual. Negosiasi sudah berlangsung beberapa hari, tetapi kami baru tahu saat itu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan klub melemahkan moral tim dan menyulitkan pelatih untuk merencanakan strategi. Glasner menegaskan bahwa meski kecewa, ia akan tetap mendukung para pemainnya.
“Kami akan tetap bersama. Para pemain pantas mendapatkan pemimpin yang percaya pada mereka, dan itu yang akan saya lakukan,” tegas Glasner.
Masa Depan Glasner dan Palace
Meski frustrasi dengan kebijakan klub, Glasner masih menunjukkan komitmen terhadap tim. Ia menekankan bahwa karakter para pemain luar biasa dan layak mendapatkan dukungan penuh.
Kepindahan Guehi ke Manchester City senilai 20 juta pound hanya memperkuat tekanan pada pelatih dan tim, terutama menjelang pertandingan-pertandingan penting musim ini.
Dengan catatan tanpa kemenangan yang panjang dan situasi transfer yang kacau, Crystal Palace menghadapi tantangan besar untuk membalikkan keadaan. Glasner berharap timnya tetap fokus dan menunjukkan karakter meski berada di tengah ketidakpastian. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportsnewsportal.net.
