Novak Djokovic melaju ke perempat final Australian Open tanpa harus bertanding di babak keempat setelah lawannya, Jakub Mensik, mengundurkan diri akibat cedera perut. Mensik, unggulan ke-16, sebelumnya berhasil menyingkirkan petenis Amerika, Ethan Quinn, untuk melaju ke babak tersebut. Namun, kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan melawan Djokovic di Rod Laver Arena.

Melalui akun Instagram, Mensik mengungkapkan rasa kecewanya. Ia menjelaskan bahwa cedera otot perutnya semakin parah selama pertandingan terakhir, dan setelah berdiskusi dengan tim medis, diputuskan untuk tidak turun ke lapangan. Meski kecewa, Mensik tetap merasa bangga bisa mencapai babak keempat Australian Open untuk pertama kalinya, dan berjanji fokus pada pemulihan.
Keputusan mundur ini memberi Djokovic waktu istirahat tambahan selama 48 jam sebelum pertandingan perempat final. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi petenis berusia 38 tahun yang berusaha meraih gelar Grand Slam ke-25. Ini juga sekaligus memperkuat rekor gelar Australian Open ke-11 di Melbourne Park.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dampak Cedera Mensik di Turnamen
Cedera perut yang dialami Mensik bukanlah kasus pertama di turnamen ini. Hanya dalam 24 jam sebelumnya, Naomi Osaka, juara dua kali Australian Open, juga terpaksa mundur dari putaran ketiga setelah mengalami cedera serupa. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi fisik pemain menjadi faktor penting di tengah persaingan ketat Grand Slam.
Keputusan Mensik untuk mundur juga memengaruhi dinamika pertandingan perempat final. Djokovic, yang sebelumnya mengalahkan Botic van de Zandschulp dalam dua set langsung di babak ketiga, kini bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang. Istirahat ekstra memberi kesempatan bagi Djokovic untuk menjaga kebugarannya dan memulihkan tenaga untuk menghadapi lawan berikutnya.
Meskipun kecewa, Mensik tetap mendapat dukungan dari penggemar dan pelatihnya. Pencapaiannya menembus babak keempat di Australian Open merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi kenangan penting dalam karier muda petenis asal Ceko tersebut.
Baca Juga: Elena Rybakina Raih Gelar Ke-10 Setelah Bangkit di Final Ningbo
Fokus Djokovic di Perempat Final

Dengan mundurnya Mensik, perhatian Djokovic kini tertuju pada lawan perempat finalnya, antara Lorenzo Musetti dari Italia atau Taylor Fritz dari Amerika Serikat. Keduanya merupakan petenis tangguh yang akan memberikan tantangan berat bagi juara 24 kali Grand Slam ini.
Djokovic sendiri menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan fokus di setiap pertandingan. “Setiap pertandingan di sini sangat penting, dan saya akan memanfaatkan waktu istirahat ini untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.
Petenis Serbia ini juga memiliki motivasi tambahan untuk mencetak rekor baru dengan gelar Grand Slam ke-25. Rekor ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain tenis terbesar sepanjang masa.
Tantangan Menuju Gelar ke-25
Australian Open 2026 menjadi momen krusial bagi Djokovic untuk menambah koleksi gelarnya. Usia yang kini mencapai 38 tahun membuat persaingan menjadi lebih menantang, tetapi pengalaman dan konsistensinya menjadi keunggulan utama.
Kemenangan di perempat final akan menjadi langkah penting menuju semifinal dan kemungkinan final yang menentukan. Dengan strategi matang dan kondisi fisik yang lebih segar, Djokovic berada dalam posisi ideal untuk mengejar rekor baru di Melbourne Park.
Petenis legendaris ini kini tinggal menunggu lawannya di perempat final. Lalu siap memanfaatkan setiap peluang untuk menambah sejarah prestasinya di dunia tenis. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportsnewsportal.net.
