Cameron Smith kembali mengalami hari yang mengecewakan di kampung halamannya setelah mencatat skor empat di atas par 75 dan kegagalan lolos cut untuk ketujuh kalinya secara beruntun. Memulai putaran pada proyeksi cut line dua under.

Ia sebenarnya mendapat peluang birdie, namun dua kali bolanya berhenti di bibir lubang dan membuat awal yang menjanjikan itu runtuh. Bogey di hole ke-11 menambah tekanan, diikuti dua par putt yang gagal di hole ke-13 dan ke-14 sehingga situasi menjadi semakin berat.
Ia sempat memberi harapan lewat birdie dari jarak delapan kaki di hole ke-17. Kemudian kegagalan mencapai green di hole terakhir membuatnya melakukan tiga putt dan mencatat double bogey. Hasil itu menempatkannya pada dua over, jauh dari persaingan papan atas yang dipimpin oleh Brett Rankin, Kazuma Kobori, Wenyi Ding, dan Anthony Quayle yang berada di sembilan under. Perjalanan Smith pun berakhir lebih cepat, meninggalkan kekecewaan mendalam di Royal Queensland.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Papan Atas Dikuasai Para Penantang
Brett Rankin tampil impresif dengan tujuh under melalui 18 hole, meski sempat mencetak double bogey menjelang akhir putaran, namun tetap memimpin di sembilan under. Ia kemudian disusul Min Woo Lee yang mengumpulkan enam birdie meski harus menerima bogey di hole terakhir yang membuatnya tertinggal satu pukulan.
Persaingan semakin ketat dengan hadirnya Cameron Davis, Daniel Hillier, Marc Leishman, dan Marco Penge, yang masing-masing berada di tujuh under. Adam Scott juga tetap mengintai lewat birdie panjang di hole ke-17 yang menjaga posisinya pada enam under. Ryan Fox yang sempat kehilangan tiga pukulan di akhir putaran masih bertahan di lima under. Sementara itu, dua unggulan Eropa, Joaquin Niemann dan Rasmus Neergaard-Petersen, justru kesulitan mempertahankan performa dan terpental dari papan atas.
Baca Juga: Victor Perez Meninggalkan PGA Tour untuk Bergabung dengan Cleeks di LIV Golf
Tren Buruk Smith yang Sulit Terputus

Performa buruk ini bukan kali pertama bagi Smith, mengingat ia pernah mencatat salah satu hari terburuk dalam kariernya di Royal Queensland pada 2023 ketika mencetak 78 dan gagal lolos cut. Ia memang bangkit kembali tahun berikutnya sebagai runner-up. Kemudian tampil kuat hingga play-off di Saudi International, namun konsistensinya kembali hilang tahun ini.
Mantan peringkat dua dunia itu menjadi satu-satunya pemain yang gagal lolos di seluruh turnamen besar musim ini. Ia kemudian gagal pada dua turnamen berikutnya dan tiba di Melbourne untuk Australia Terbuka dengan rekor tanpa kemenangan selama hampir dua setengah tahun. Rentetan performa ini menempatkannya dalam tekanan besar menjelang turnamen berikutnya. Meski demikian, pengalaman dan kualitasnya tetap menjadikannya salah satu nama yang dinantikan untuk bangkit.
Aksi Gemilang Leishman dan Harapan Pemain Lain
Marc Leishman tampil mencolok dengan chip-in eagle dari bunker ketujuh. Selain itu, mengambil driver dari fairway untuk mencetak birdie dalam rangkaian tiga hole yang memukau. Pemain 42 tahun itu, yang belum pernah memenangkan gelar utama Australia, menegaskan tekadnya untuk tetap agresif dalam mengejar gelar.
Ia menyatakan bahwa bermain dengan kreativitas adalah bagian dari kesenangan dalam golf dan menjadi ciri khas permainannya. Rekan bermain Smith, Min Woo Lee, tetap stabil setelah meraih kemenangan perdananya di US PGA Tour tahun ini.
Selain itu, Davis juga tampil solid tanpa tanda kelelahan setelah absen panjang sejak Agustus. Para pemain ini menunjukkan bahwa meski papan atas padat, peluang selalu terbuka bagi mereka yang mampu menjaga fokus dan momentum. Dengan persaingan yang semakin ketat, turnamen ini menjanjikan drama yang masih jauh dari selesai. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga lainnya hanya di sportsnewsportal.net.
